Stres Berat Bikin Durasi Haid Lebih Lama? Ini Kata Dokter
Waktu:2026-07-30 06:57:10 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Stres berat tidak hanya membuat pikiran terasa lelah. Pada perempuan, tekanan emosional, fisik, maupun psikologis juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur siklus menstruasi.
Salah satu dampaknya, durasi haid bisa berlangsung lebih lama dari biasanya.
Dokter Chetna Jain, Direktur Departemen Obstetri dan Ginekologi Cloudnine Group of Hospitals, Sector 14, Gurgaon, mengatakan stres memang dapat mengganggu siklus menstruasi pada sebagian perempuan.
“Saat tubuh mengalami stres emosional, fisik, atau psikologis, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin,” ujar Dr. Jain, seperti dilansir Only My Health, Sabtu (18/7/2026).
Lantas, bagaimana stres berat bisa membuat haid lebih lama?
Stres mengganggu hormon hingga memicu haid lebih lama
Saat mengalami stres berat, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin. Kedua hormon tersebut dapat mengganggu kerja hipotalamus, kelenjar pituitari, dan ovarium yang bersama-sama mengatur siklus menstruasi.
Menurut Dr Jain, gangguan pada sistem tersebut dapat membuat pola haid berubah.
“Sebagian perempuan mungkin mengalami haid yang terlambat, sementara lainnya mengalami perdarahan lebih banyak, bercak di antara siklus, siklus tidak teratur, atau haid yang berlangsung lebih lama,” jelasnya.
Haid yang biasanya berlangsung selama empat hingga lima hari dapat memanjang hingga satu minggu atau lebih ketika keseimbangan hormon terganggu akibat stres.
Ovulasi terganggu dan lapisan rahim luruh tidak teratur
Stres berat juga dapat mengganggu atau menunda ovulasi. Ketika ovulasi terlambat atau tidak berlangsung sebagaimana mestinya, kadar hormon estrogen dan progesteron bisa mengalami perubahan yang tidak normal.
“Ketidakseimbangan ini dapat memengaruhi lapisan rahim dan menyebabkan peluruhannya tidak teratur, sehingga perdarahan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan,” ujar Dr. Jain.
Stres berat sendiri dapat muncul dari berbagai kondisi, seperti tekanan pekerjaan, masalah hubungan, kesulitan finansial, duka atau trauma, tekanan akademik, kurang tidur, olahraga berlebihan, hingga penyakit dan operasi.
Bahkan, tekanan fisik seperti penurunan berat badan secara cepat, penyakit kronis, dan latihan berlebihan juga dapat memengaruhi menstruasi dengan cara serupa.
Kenali gejala menstruasi yang berkaitan dengan stres
Selain durasi haid yang lebih panjang, perubahan menstruasi akibat stres dapat disertai sejumlah gejala lain.
Beberapa di antaranya adalah kram hebat, kelelahan, perubahan suasana hati, sakit kepala, munculnya jerawat, perubahan nafsu makan, hingga haid yang terlewat.
Meski demikian, Dr. Jain mengingatkan, haid berkepanjangan tidak selalu disebabkan oleh stres.
“Kondisi seperti PCOS, gangguan tiroid, fibroid, endometriosis, infeksi, ketidakseimbangan hormon, atau komplikasi terkait kehamilan juga dapat menyebabkan perdarahan yang tidak normal,” katanya.
Oleh karenanya, jika haid berlangsung sangat lama dan terus terjadi selama beberapa siklus, pemeriksaan medis penting dilakukan. Dengan begitu, penyebab pasti perubahan menstruasi dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi.
Sebelumnya: Huntap Mulai Dibangun, Warga Huntara Kapalo Koto Padang Belum Dapat Kepastian Relokasi
Selanjutnya: 58 Gerai Kopdes di Banyumas Berdiri di Atas Lahan Sawah Dilindungi
Mungkin Anda suka
- Promo Superindo Periode 17-19 Juli 2026, Telur Harga Spesial Mulai Rp 26.000
- Mengapa Mode Tarmac Hanya Ada di Mitsubishi XForce HEV?
- Kajati-Kapolda Bertemu, Kejagung: Hubungan Baik Kita Akrabkan Kembali
- Harga Minyak Dunia Stabil Meski AS dan Iran Saling Serang
- Daftar Haji 2027 Diumumkan, ASN Diminta Bangun Komunikasi dengan Calon Jemaah
- Motor Listrik VinFast Resmi Meluncur, Mulai Rp 17,5 Juta
- Pengacara Don Ritto Ungkap Uang Rp 67 Miliar yang Disita di Restoran untuk Proyek Pelabuhan
- Lari Sambil Dorong Stroller, Tren Baru Orang Tua Muda Jakarta Jaga Kebugaran
- Ricuh Baku Hantam di DPRD Riau, Polisi Dalami Pemicu, Gali Keterangan Saksi dan Cek CCTV