Permintaan Pertalite Naik, BPH Migas Minta Masyarakat Tak "Panic Buying"
Waktu:2026-07-30 06:59:30 Sumber:KesehatanDibaca (143)

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengimbau masyarakat tidak membeli bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying di tengah antrean yang masih terjadi di sejumlah SPBU.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, konsumsi BBM di beberapa daerah meningkat sekitar 10 persen hingga 15 persen. Lonjakan permintaan tersebut memicu antrean di sejumlah SPBU.
Pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga terus berupaya menormalkan distribusi BBM ke seluruh SPBU.
"Ini kita lakukan untuk melayani masyarakat, agar supaya tidak melakukan panic buying, membeli BBM yang berlebih. Kami mengharap dan mengimbau, belilah BBM sesuai kebutuhan harian yang bijak dan wajar," ujar Wahyudi dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Wahyudi memastikan stok BBM bersubsidi maupun BBM yang mendapat kompensasi pemerintah, seperti Biosolar, minyak tanah, dan Pertalite, masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Karena itu, antrean di sejumlah SPBU bukan disebabkan keterbatasan stok, melainkan meningkatnya permintaan di beberapa wilayah.
"Perlu kami sampaikan bahwa untuk penyaluran BBM bersubsidi dan kompensasi negara, baik Biosolar, minyak tanah, maupun Pertalite, masih sangat cukup aman untuk melayani seluruh masyarakat," kata dia.
Menurut Wahyudi, salah satu penyebab naiknya konsumsi BBM subsidi, terutama Pertalite, adalah peralihan sebagian pengguna dari BBM nonsubsidi.
Temuan tersebut diperoleh BPH Migas saat melakukan pemantauan di lapangan. Kondisi itu ikut memperpanjang antrean di sejumlah wilayah.
"Kalau kami keliling ke lapangan, banyak yang memanfaatkan BBM subsidi saat ini sehingga menjadi antrean yang cukup panjang," ujar Wahyudi.
Pemerintah, kata dia, terus melakukan normalisasi distribusi BBM. Kondisi di lapangan ditargetkan kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan.
Wahyudi juga mengajak masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar proses distribusi kembali lancar.
"Kita semua terus berjuang keras untuk normalisasi dan paling lama satu sampai dua hari ke depan, Insya Allah semua akan terurai dan cukup lancar kembali," pungkasnya.
Sebelumnya: Buaya Purba Seukuran Kucing Ini Simpan Kulit dan Warna Aslinya
Selanjutnya: Kapal Tanker Meledak-Terbakar di Selat Hormuz, Awaknya Selamat
Mungkin Anda suka
- Prabowo Persilakan Kaji Pelibatan Kantin Sekolah untuk MBG
- Viral Perundungan Siswi SD di Lampung Timur, Diduga Dipicu Saling Ejek
- Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kepastian soal Moratorium Dapur Baru MBG
- Tak Mau Terus Menunggu Anggaran Pemerintah, Warga di Lampung Timur Patungan Bangun Jalan Impian
- Petinju Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Asia Tinju U19 & U23 2026
- Yusril Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Percepat Proses Hukum, Minta Publik Awasi
- Pigai Dorong Penyelesaian Konflik Adonara Lewat Pendekatan Budaya, Ini Alasannya
- Cara Menikmati Keindahan Waduk Sermo di Kulon Progo, Bisa Jogging dan Lari
- Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Eri Cahyadi Sebut Sudah Siap