Iran Tuduh AS Lakukan Kejahatan Perang Usai Infrastruktur Vital Diserang
Waktu:2026-07-30 07:37:42 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Amerika Serikat telah melakukan kejahatan perang. Araghchi menyatakan bahwa serangan AS terhadap "infrastruktur vital" serta ancaman untuk menyerang jembatan dan pembangkit listrik menunjukkan "niat kriminal pemerintah AS untuk melakukan kejahatan keji."
Dilansir Al Jazeera, Kamis , dalam sebuah pernyataan di Telegram, Araghchi menegaskan serangan AS "tidak diragukan lagi merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional."
Ia mengatakan serangan tersebut merupakan "kejahatan internasional serius" berdasarkan prinsip-prinsip dasar hukum pidana internasional, termasuk empat Konvensi Jenewa tahun 1949.
Dia juga menambahkan bahwa "semua pemerintah berkewajiban untuk menuntut dan menghukum mereka yang melakukan kejahatan tersebut."
Araghchi turut menuduh para pejabat AS melakukan "retorika yang tidak masuk akal dan ancaman yang jahat." Ia menyebut permusuhan tersebut ditujukan kepada rakyat Iran "karena bersikeras pada kemerdekaan, hak-hak sah, dan martabat manusia mereka."
Ia memperingatkan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab "tidak dapat menghindari pertanggungjawaban hukum hanya dengan dalih bahwa mereka bertindak atas perintah atasan."
Sebelumnya, militer Amerika Serikat kembali meluncurkan gelombang serangan terhadap Iran. Serangan terbaru itu menargetkan sejumlah fasilitas militer Iran.
Dilansir CNN dan Al Jazeera, Kamis , Komando Pusat AS menyatakan bahwa serangan itu menyasar fasilitas militer Iran yang kerap digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan suara ledakan terdengar di kota Ahvaz, dekat perbatasan dengan Irak. Ahvaz telah berulang kali menjadi sasaran pasukan AS sejak pertempuran kembali pecah pada bulan ini.
Selain itu, ledakan juga terdengar di Chabahar setelah rudal-rudal AS menghantam sebuah menara pengawas angkatan laut di kota tersebut. Menara pengawas itu merupakan fasilitas sipil yang digunakan untuk keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi para nelayan.
Sejumlah ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas. Kantor berita Mehr menambahkan bahwa proyektil-proyektil AS menghantam sebuah lokasi di dekat kota pelabuhan tersebut.
Sebelumnya: AS Lancarkan Serangan Terbaru, Trump Ingatkan Iran Bersikap Baik
Selanjutnya: KPK Periksa Kepala BPKAD Tulungagung, Telusuri Aliran Dana ke Bupati Gatut
Mungkin Anda suka
- Paradoks Akreditasi Kampus di Era Disrupsi
- Hotman Paris Ungkap Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan oleh Kejagung
- Polisi Bongkar Peredaran Etomidat di Bogor, Pod Getar Dijual hingga Rp 6 Juta Per Cartridge
- Final Piala Dunia: Si Paling Ngotot Vs Si Paling Sabar
- Ganda Monster China Mundur, Ana/Trias Lolos Perempat Final Japan Open
- KPK Full Support 'Tim 9' Bentukan Kejagung Tangani Kasus Febrie Adriansyah
- Menhut Tak Ikut Rapat di DPR, Waka Komisi IV: Beliau Izin Umrah
- Messi Vs Mbappe, Siapa yang Bakal Meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026?
- Cara Menikmati Keindahan Waduk Sermo di Kulon Progo, Bisa Jogging dan Lari