Perkuat Pasar Bullion dan Industri Emas, Pemerintah Bentuk IBMA
Waktu:2026-07-30 05:51:16 Sumber:OtomotifDibaca (143)

"Kalau ekosistemnya kuat dan seluruh pelaku industri bisa bergerak bersama, nilai tambah yang dihasilkan sektor emas akan jauh lebih besar,” kata Dony dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
“Ini bukan hanya soal perdagangan emas, tetapi bagaimana komoditas ini dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," lanjut Dony.
Sejak layanan Bullion Bank diluncurkan, perkembangan industri emas nasional menunjukkan tren positif.
Hingga saat ini, Pegadaian telah mengelola sekitar 153 ton emas, sementara BSI mengelola sekitar 24 ton emas.
Peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bullion sekaligus memperlihatkan besarnya potensi emas sebagai instrumen investasi dan sumber pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan tersebut dinilai perlu diimbangi dengan tata kelola yang lebih kuat.
Karena itu, pembentukan IBMA diarahkan untuk menyusun standar industri, mempererat sinergi antarpelaku usaha, serta menciptakan pasar bullion yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Dony bersama Pegadaian dan BSI membahas berbagai langkah strategis guna mempercepat pembentukan IBMA, termasuk penguatan tata kelola, standardisasi industri, dan kolaborasi antarlembaga yang terlibat dalam ekosistem emas nasional.
Pemerintah berharap sinergi antara BP BUMN, Danantara, Pegadaian, dan BSI mampu mempercepat hilirisasi industri emas, memperluas inovasi produk dan layanan berbasis emas, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset emas nasional.
"Pembentukan IBMA diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan pasar bullion yang lebih modern, terintegrasi, dan kompetitif sehingga mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat perdagangan bullion di kawasan Asia Tenggara," kata Dony.
Dia mengatakan, melalui sinergi BP BUMN, Danantara, Pegadaian, dan BSI, pembentukan IBMA diharapkan dapat mempercepat hilirisasi emas, memperluas pengembangan produk dan layanan berbasis emas, meningkatkan produktivitas aset emas nasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pasar bullion di Asia Tenggara.
“Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun industri emas yang semakin modern, inklusif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” tegas dia.
Sebelumnya: BMKG Ungkap Penyebab Bogor Hujan Usai Berhari-hari Kekeringan
Selanjutnya: Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Terdengar Ledakan
Mungkin Anda suka
- Sembilan Kabupaten di Sumsel Siaga Karhutla, Musi Rawas Terbaru
- Hotman: Febrie Tak Tahu Ada Renovasi untuk Tempat Uang di Rumah Sentul
- Pemkab Flores Timur Siapkan 3 Ton Beras untuk Korban Bentrok 2 Desa di Adonara
- “Demokrasi Tidak untuk Dijual”, Inggris Batasi Dana Kampanye dan Pengaruh Orang Kaya
- Pulang ke Jogja, Pembalap Moto3 Mario Aji Cerita Ditilang di Spanyol
- Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
- Anwar Ibrahim Bertekad Usir Warga Israel dari Malaysia
- ITDC Bidik 150.000 Penonton MotoGP Mandalika 2026, Perputaran Ekonomi Ditarget Tembus Rp 5 Triliun
- India Kutuk Serangan Kapal di Ukraina Buntut 4 Warganya Tewas