Berbeda dari Standar Piala Dunia 2026, UEFA Batasi VAR untuk Kasus Simulasi
Waktu:2026-07-30 06:59:02 Sumber:BeritaDibaca (143)

Pertama, untuk membatalkan kartu kuning bek Amerika Serikat, Tim Ream, dan menggantinya dengan hukuman untuk Miguel Almiron dari Paraguay karena simulasi.
Kasus kontroversial lainnya terjadi pada laga perempat final saat Swiss melawan Argentina, di mana Breel Embolo diusir dari lapangan setelah VAR meninjau tekel Leandro Paredes.
Perbedaan Tafsir Subjektivitas dan Fakta
Melansir dari BBC Sport, UEFA berpandangan bahwa kesalahan identitas pemain adalah keputusan faktual yang tidak memerlukan wasit untuk memantau monitor.
Sebaliknya, menilai simulasi adalah hal subjektif.
Sebagai perbandingan, Pierluigi Collina selaku kepala wasit FIFA pernah merujuk insiden final Euro 2016 saat wasit Mark Clattenburg salah memberikan keputusan handball kepada Laurent Koscielny.
Padahal FIFA menegaskan VAR seharusnya bisa mengoreksi kejadian itu menjadi tendangan bebas untuk Perancis.
FRANCK FIFE/AFP Bek Timnas Jerman, Nathaniel Brown, dan gelandang Timnas Paraguay Miguel Almiron, berebut bola dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Jerman dan Paraguay di Boston Stadium, Foxborough, pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB.
Kekhawatiran Liga Domestik dan Kebijakan Lainnya
Banyak liga domestik mengkhawatirkan aturan ini bisa memicu "kekacauan" jika setiap kartu kuning ditinjau ulang.
Selain itu, badan pengatur sepak bola Eropa juga menolak opsi intervensi untuk kartu merah terkait pemain yang menutupi mulut saat konfrontasi, seperti insiden yang melibatkan Piero Hincapie dari Ekuador di turnamen sebelumnya.
Kepala wasit dari 54 negara anggota akan segera membahas penggunaan teknologi ini lebih lanjut.
Sementara itu, liga domestik diprediksi akan mengikuti langkah UEFA untuk membatasi intervensi VAR hanya pada tinjauan faktual guna menjaga stabilitas permainan.
Sebelumnya: Kelompok Kriminal Terorganisir India Jadi Ancaman Global
Selanjutnya: Pelabuhan Petrokimia Gresik Perkuat Logistik Pupuk Lewat Digitalisasi
Mungkin Anda suka
- Kejagung Tegaskan Status Febrie Adriansyah Tersangka
- Mendiktisaintek: Gaji Awal Dosen Memang Rendah, Makin Terasa Cekak di Awal Tahun
- Di Balik Gugurnya Serda Hengki, Kakak Kenang Cita-cita Jadi Tentara Sejak SMA
- Kementrans Raih Opini WTP, Mentrans Iftitah: Uang Rakyat Harus Dikelola dengan Benar
- Penjahit di Bali Cekcok dengan Pelanggan hingga Singgung SARA, Kini Mina Maaf
- Cerita Pasutri Asal Tangerang Rutin Ikut Event Lari demi Jaga Keharmonisan Rumah Tangga
- Siasat Kades di Pasuruan, Tarik Pungli PTSL, Rp 900 Juta Dipakai Beli Kebun Apel
- Kirana Larasati Hapus 8 Tato, Ungkap Biaya Mahal 50 Kali Lipat
- MUI Minta Pemerintah Susun Aturan Baru Izin Usaha Tambang Ormas Usai Putusan MK