370 Drone Ukraina Melesat ke Moskow dalam Semalam, 7 Orang Tewas
Waktu:2026-07-30 07:50:41 Sumber:PendidikanDibaca (143)

Serangan drone Ukraina menghantam sebuah pusat logistik di area kota Kotovsk, Rusia bagian barat. Sedikitnya tujuh orang tewas dan 24 orang lainnya mengalami luka-luka.
Serangan mematikan itu terjadi saat gelombang serangan drone Ukraina dilaporkan mengarah ke wilayah Moskow, ibu kota Rusia, dalam semalam. Sebagian besar drone Kyiv itu berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Rusia.
Ukraina melancarkan rentetan serangan terhadap berbagai target di wilayah Rusia beberapa waktu terakhir. Kyiv mengklaim serangannya itu sebagai pembalasan setimpal atas gempuran Moskow yang berlangsung selama lebih dari empat tahun terakhir terhadap wilayah Ukraina.
"Tujuh karyawan yang sedang tugas malam, tewas ketika drone musuh menghantam pusat logistik Wildberries," kata Gubernur wilayah Tambov, Evegeny Pervyshov, dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu .
"Menurut informasi awal, sebanyak 24 orang luka-luka," sebutnya.
Perusahaan Rusia, Wildberries, menyatakan bahwa kompleks logistik mereka di area Kotovsk dan Elektrostal, yang ada di area Moskow, telah diserang.
"Kebakaran yang sempat terjadi di fasilitas wilayah Tambov telah berhasil dikendalikan," demikian pernyataan perusahaan tersebut, sembari menambahkan bahwa petugas pemadam kebakaran masih bekerja di lokasi kebakaran di Elektrostal.
Moskow Dihujani 370 Drone Ukraina dalam Semalam
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, melaporkan pada Sabtu bahwa lebih dari 370 drone diluncurkan ke arah ibu kota Rusia dalam semalam. Dia menambahkan bahwa sebagian besar drone itu berhasil ditembak jatuh.
"Sejak pukul 20.30 waktu setempat, lebih dari 370 drone mengudara ke arah wilayah Moskow," kata Sobyanin dalam pernyataan via platform MAX yang didukung pemerintah Rusia.
"Sebagian besar berhasil dilumpuhkan oleh pasukan pertahanan udara pada jarak yang masih jauh dari sasaran. Sebanyak 64 UAV musuh telah dihancurkan saat mendekati Moskow," sebutnya.
Serangan drone terhadap ibu kota Rusia ini terjadi saat upaya diplomatik yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri pertempuran telah mengalami kebuntuan dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan beralihnya fokus Washington ke konflik dengan Iran.
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Update Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026: Spanyol Teratas, Norwegia Naik Paling Drastis
Selanjutnya: Erika Lulus S1 Tanpa Skripsi Berkat Inovasi Belajar Matematika lewat Tari Kembang Kahyangan
Mungkin Anda suka
- Marak Truk Tabrak Jembatan di Jakarta, Berapa Batas Tinggi Maksimal?
- Taylor Swift dan Coldplay Pernah Konser di MetLife Stadium, Venue Final Piala Dunia
- Daftar Korban KM Nurul Salsa Terbaru: 52 Selamat, 1 Meninggal, 25 Masih Dicari
- Mitsubishi XForce Hybrid Masuk Grup Neraka, Bagaimana Peluangnya?
- BPDP Pastikan Dana Program B50 Aman, Kebutuhan Tahun Ini Diperkirakan Rp 32,3 Triliun
- Jaksa Agung: Sinergi dengan Polri Sudah Sejak Lama, Kami Tak Bisa Dipisah
- Banjir Rob Masuk Sekolah, Disdik Surabaya Sebut MPLS Tak Terganggu
- Kejagung Tegaskan Tak Ada Lagi Pengamanan TNI untuk Febrie Adriansyah
- UAD Resmi DO Mahasiswa Terduga Pelaku Kekerasan Seksual