Jelang JLFR Akhir Bulan Juli, Dishub DIY Perbolehkan Melintas Malioboro dengan Tertib
Waktu:2026-07-30 06:58:25 Sumber:KesehatanDibaca (143)

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pastikan tetap perbolehkan Jogja Last Friday Ride (JLFR) edisi Juli 2026 melintas di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepastian tersebut dikeluarkan untuk meluruskan kekhawatiran dan wacana yang berkembang terkait pelarangan total aktivitas bersepeda di kawasan ikon Kota Yogyakarta itu.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti mengatakan pada prinsipnya Pemerintah DIY tidak mengeluarkan larangan terkait kegiatan JLFR itu.
Lanjut dia, seluruh pengguna jalan memiliki hak yang sama untuk memanfaatkan ruang publik termasuk rombongan JLFR yang rutin bersepeda tiap Jumat akhir bulan.
“Jadi, kalau ada anggapan kita melarang, itu tidak benar, karena semuanya punya hak," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Wajib saling berbagi jalan
Ia menambahkan, bagi pengguna jalan wajib untuk saling berbagi dengan kendaraan lain.
"Bagaimana kita bisa memberikan hak kepada yang lain juga, terutama bagi pengguna (jalan) yang tidak bersepeda,” kata Erni.
“Semuanya harus berbagi tempat dan saling menghargai," imbuhnya.
Soal JLFR pada Juli ini, pihaknya berkoordinasi dengan Pemkot Yogyakarta untuk merumuskan skema pengamanan dan penataan para pengendara sepeda.
Hal itu dibutuhkan karena daya tampung Jalan Malioboro yang terbatas sehingga para pesepeda diminta agar tidak memenuhi seluruh badan jalan.
Tujuannya agar kendaraan umum maupun pejalan kaki serta kendaraan lain di Malioboro bisa mendapatkan akses jalan.
"Malioboro jalannya sempit ya, jangan sampai nanti memenuhi badan jalan,” kata dia.
Harus taat rambu lalu lintas
Ia juga mengimbau agar pesepeda taat dengan rambu-rambu lalu lintas yang berlaku di Kota Yogyakarta.
“Jangan sampai tidak mentaati. Kalau satu stuck, nanti crowded semua. Lampu merah, ya harus berhenti," tegasnya.
Nantinya Dishub tetap melakukan penjagaan tetapi bukan penjagaan ketat yang bersifat represif tetapi dalam bentuk pendampingan.
"Bukan siaga ya, kita membersamai. Harapannya teman-teman yang bersepeda taat peraturan lalu lintas,” ujar Erni.
Sebelumnya: Kasus Dugaan Mafia Tanah Sleman, BPN Ungkap Dua Sertifikat Mbah Lanjarsari Sudah Beralih Nama sejak 2010
Selanjutnya: Pria di Koja Jakut Dibacok Begal hingga Luka Parah, Polisi Selidiki
Mungkin Anda suka
- Ada Konser Akbar di Monas Malam Ini, Simak Rekayasa Lalinnya
- Korupsi Proyek Mini Zoo Purworejo Rugikan Negara Rp 6,5 Miliar, Tiga Tersangka Segera Disidang
- Perang Berlanjut, Trump Ancam Lebih Banyak Serangan ke Iran
- Terlalu Banyak Barang di Rumah Bisa Memicu Stres, Ini Cara Mengatasinya
- Usai Berdebat di DPR, Purbaya Tegaskan Penempatan Dana SAL Sah Secara Aturan
- Sambangi Anak Sayuti Melik, Wamensos Pastikan Kebutuhan Terpenuhi
- Perselisihan Berujung Penusukan Pria di Jakbar, Polisi Tangkap Pelaku
- Anjasmara Minta Maaf, Tegaskan Ucapannya Saat Live Bukan Ditujukan pada Syifa Hadju
- Melihat Keseruan Final Liga Aspal, Gang Sempit Menteng Dipadati Warga