Menteri Bahlil Sebut Stok BBM di Sumut Ada, Cuma Sopir yang Mogok
Waktu:2026-07-30 07:46:41 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Stok dipastikan tersedia
Menurut Bahlil, berdasarkan hasil pengecekan, pasokan BBM di Sumatera Utara dalam kondisi tersedia. Namun, distribusi sempat terganggu akibat persoalan operasional di lapangan.
"Di Sumut itu BBM-nya ada, cuma penyalurannya. Sopirnya yang mogok, kira-kira begitu," ujarnya.
Meski demikian, Bahlil tidak merinci lebih lanjut aksi mogok yang dimaksud maupun pihak yang terlibat.
Distribusi mulai kembali normal
Bahlil menegaskan gangguan distribusi BBM di Sumatera Utara telah ditangani dan penyaluran kepada masyarakat mulai kembali normal.
"Tapi sudah diatasi. Sudah diatasi dan sekarang insyaallah sudah mulai normal," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa peran Kementerian ESDM adalah sebagai regulator, sedangkan pelaksanaan distribusi BBM menjadi tanggung jawab Pertamina.
Dalam kesempatan itu, Bahlil sempat melontarkan candaan bahwa tidak semua persoalan teknis terkait distribusi BBM dapat dibebankan kepada Menteri ESDM.
Tingkatkan 35 Persen Kapasitas Armada
Berita sebelumnya, untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara (Sumut), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut telah meningkatkan 35 persen kapasitas armada mobil tangki beserta awak mobil tangki (AMT), mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan BBM melalui fasilitas Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli.
Berbagai langkah tersebut mendorong peningkatan penyaluran BBM ke SPBU hingga mencapai 120–125 persen dibandingkan kondisi normal.
Dalam peninjauan di Fuel Terminal Medan Group pada Jumat (17/7/2026), Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa kondisi stok BBM di Sumut saat ini dalam kondisi aman.
Selain itu, kata dia, pasokan juga terus diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat jenis BBM tertentu (JBT) solar dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) pertalite.
“Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumut ini,” ujar Wahyudi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, peningkatan suplai BBM hingga 120–125 persen merupakan langkah strategis untuk mempercepat normalisasi pelayanan di SPBU.
Sebelumnya: Pemprov Jateng Ditetapkan Jadi Pilot Project Pengadaan Berkelanjutan
Selanjutnya: Bank Jakarta Siapkan Transformasi Jaringan Cabang, Dimulai dari KCP Kebayoran Park
Mungkin Anda suka
- ASN Jaksel Bawa Kendaraan Pribadi di Hari Wajib Naik Transum, Mobil Diderek
- Perkara Klakson Berujung Konflik Antar-tetangga hingga Digotong Paksa
- Polisi Kembali Periksa Ketua DPRD TTU Terkait Kasus Intimidasi terhadap Dokter Icha
- Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Kota Tempat Orang Berpendapat Tanpa Rasa Takut
- Mensos Sebut Penyaluran Bansos Akan Lewat Kopdes Merah Putih
- KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Sukoharjo dan 5 Lokasi Lainnya
- Hujan Deras Picu Banjir di Tapteng Sumut, 200 KK Terdampak
- Iran Vs AS Merembet ke Mana-mana
- Ibu Femas Yani Arianto Buka Suara Terkait "Kaburnya" Sang Anak di Korea Selatan