Nasib Pilu Roma, Orangtuanya Tewas Dalam Kecelakaan Sibolangit Saat Mau Antar Adik Kuliah
Waktu:2026-07-30 06:57:50 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Suasana duka menerpa Roma Sitinjak. Wanita berusia 21 tahun ini amat terpukul. Ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan beruntun di Kecamatan Sibolangit.
Tepat di depan ruang jenazah, Roma terduduk lesu ditemani keluarga dan kerabatnya. Mereka bersiap-siap untuk membawa jenazah ke rumah duka di Juma Gunung, Kabupaten Dairi.
Dia menuturkan, hari ini rombongan keluarganya beranjak dari kampung untuk mengantarkan adiknya Gabe Sitinjak (18) ke loket bus PT RAPI di Medan.
Rombongan itu ada ayahnya, Heppi Sitinjak (60) dan ibunya, Dinaria Manik (60). Dua adiknya, Five Sitinjak (11) dan Gabe. Satu abangnya, Rinto Sitinjak (23), dan sepupunya, Samsir Sitinjak (30).
"Adik kan baru keterima kuliah di Jambi. Jadi rombongan lah keluarga mau antar adik ke loket Bus RAPI," kata anak keempat dari delapan bersaudara ini saat diwawancarai di RSUP Adam Malik.
Sekitar pukul 10.00 WIB tadi, Roma terkejut rupanya rombongan keluarganya mengalami kecelakaan beruntun dekat dari tempat kerjanya, di Hillpark Sibolangit.
"Saya kebetulan sengaja libur karena mau ikut antar adek. Posisi aku tadi di Kutalimbaru," ucapnya pilu dengan wajah yang pucat.
Kecelakaan maut itu membuat orangtua serta sepupunya Samsir meninggal dunia. Sedangkan dua adik dan satu abangnya masih dirawat intensif di RSUP Adam Malik.
"Kondisinya adikku yang Five belum sadarkan diri karena pendarahan di kepala. Kalau dua lagi sadarkan diri," sebutnya.
Roma sangat tak menyangka orangtuanya telah pergi. Padahal pagi sebelumnya, dia masih video call dengan Gabe. Dari situ, dia masih melihat wajah kedua orangtuanya.
"Kayaknya itu jam 9 aku telepon. Aku tanya kalian sudah dimana. Di jalan, katanya. Masih bercanda aku, jangan lah di jalan, di pinggir lah kalian. Masih ketawa bapak itu," ungkapnya.
Roma menuturkan, tadi tidak sempat ke lokasi kecelakaan melainkan langsung ke RSUP Adam Malik. Kini, dia bersama keluarga pun tengah menunggu untuk dapat membawa jenazah orangtuanya.
Sebelumnya: Soroti Kebakaran TPA, Waka MPR Tekankan Pembenahan Hulu dan Pengawasan
Selanjutnya: Sarwendah Siap All Out Pertahankan Hak Asuh Anak
Mungkin Anda suka
- Pierluigi Collina Ungkap Sulitnya Pilih Wasit dan Jawab Kontroversi VAR
- Cerita SD di Karanganyar yang Tak Dapat Murid Baru, Sudah Door to Door Cari Siswa
- Mendikdasmen Ungkap Terobosan pada 2025: Tunjangan Guru Non-ASN Jadi Rp 2 Juta
- Kisah Lukas Podolski yang Sibuk Jualan Kebab dan Urus Klub Sepak Bola
- AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 RI yang Dijarah Douglas Latchford
- Prabowo Buka Kemungkinan Pangkas Anggaran TNI-Polri untuk atasi Kemiskinan
- Efek Messi, Rekor Baru Industri Taruhan AS
- Polisi Sita 19 Barang Bukti Kasus Ledakan di MAN 3 Padang, Ada 3 Bom Aktif Dimusnahkan
- 4 RT di Keranggan Tangsel Alami Kekeringan, 13.000 Liter Air Bersih Disalurkan