Motif Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Terungkap, Tersinggung soal Seragam Sekolah
Waktu:2026-07-30 06:55:55 Sumber:TeknologiDibaca (143)

Hal tersebut membuat MY kesal. Dia pun mengirimkan pesan berisi ancaman teror bom kepada guru dan staf Tata Usaha (TU).
Namun, MY tak menyangka pesan ancaman ini direspons dengan pengerahan personil kepolisian sampai Densus 88.
“Sebenarnya tersangka tidak menyadari bahwa apa perbuatannya akan menjadi seheboh ini,” ujar Joko.
Saat ini, MY sudah ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan di rumah tahanan (rutan) Polres Jakarta Selatan sejak kemarin, Selasa (14/7/2026).
Dia disangkakan dengan Pasal 601 KUHP tentang ancaman yang menimbulkan suasana teror dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun atau seumur hidup.
Ketua RT 03 RW 04 Srengseng Sawah, Anton Sianipar, juga mengatakan bahwa MY memang mengalami kendala finansial karena tak memiliki pekerjaan tetap.
Terlebih ibunya baru meninggal dunia beberapa waktu lalu, dan istrinya harus menjalani pemeriksaan rutin karena memiliki penyakit dalam di kepala dan matanya.
“Dia ini tidak punya pekerjaan tetap, cuman terkadang ikut orang tuanya sebagai jasa servis AC,” ucap Anton ditemui tak jauh dari rumah MY.
Saat ini, anak MY sudah diungsikan ke rumah mertuanya dan tidak melanjutkan sekolah di SDN Srengseng Sawah 15 demi keselamatannya.
Rumah MY yang berada sekitar 2 kilometer dari sekolah pun kini sudah ditinggalkan kosong.
Adapun MY ditangkap karena mengirimkan pesan ancaman berisi teror 11 bom di SEN Srengseng Sawah 15 pada hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).
Aksinya ini membuat aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara. Polisi menyisir kawasan sekolah hingga tiga kali.
Pertama, kepolisian dari Polsek Jagakarsa memeriksa berbagai sudut sekolah. Untuk memastikan keamanan, polisi juga memanggil Densus 88, Tim Gegana, dan anjing pelacak (K-9).
Setelah pemeriksaan selama empat jam, tidak ada bom yang didapati di lingkungan sekolah.
Polisi akhirnya menangkap MY berdasarkan penelusuran terhadap nomor telepon yang dia gunakan untuk mengirim pesan ke dua guru di sekolah.
Sebelumnya: Lucas Digne Buka Suara soal Pelanggaran terhadap Lamine Yamal
Selanjutnya: Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Unesa 26 Orang, BEM Ungkap Modus AI
Mungkin Anda suka
- Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 8.000 Triliun, Ekonom: Kenaikan Tak Selalu Berarti Makin Boros
- Trump Ngamuk Asap Kebakaran Hutan Kanada Sampai ke AS, Ancam Kenakan Tarif
- KPK Juga Periksa Dirjen PKN V BPK Terkait Kasus Bupati Muara Enim
- Penegasan Komisi III DPR soal RUU Perampasan Aset Digaspol Pakai Turbo
- Canda Prabowo soal Maung, Singgung Polri Tak di Bawah Menhan
- Pencarian Hari Ke-empat Belum Membuahkan Hasil, 25 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang
- 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
- Andy Burnham Segera Jadi PM Baru Inggris, Dilantik Senin
- Buka LCC 4 Pilar MPR Papua Barat Daya, Anggota MPR Tekankan soal Persatuan